Dialog 5 menit yang lalu

“Lalu adek ada cerita apa?” Suara merdu Bunda di telpon terasa menusuk gendang telingaku.

Selama ini fokus pembicaraan kami terpusat pada masku, urusanku sedikit terabaikan. Tapi justru aku bersyukur oleh itu, karena aku tak perlu memikirkan bagaimana caranya membuat cerita yang bisa melukis senyum di wajah Bunda.

Lalu aku pun bercerita, tentang pekerjaanku, tentang rencana kuliahku, tentang kost2anku, tentang teman-temanku, tentang rencana-rencanku.

”Kayaknya masih ada yang belum diceritain dek…”

Aku tersenyum getir, untung saja Bunda tidak bisa melihat ekspresiku saat ini.

Rindu itu masih melekat Bunda

Bahkan seorang malaikat pencabut nyawa pun

belum tentu mampu mencabut dia dari hatiku

Tapi engkau tak perlu tahu itu…

”Satu per satu dulu Bunda, aku tak mikir masuk kuliah dulu. Abis itu baru deh tancap gas hehehehe….”

”Tapi masak ga ada cerita baru sama sekali tentang urusan itu”

”Ada Bunda, tenang saja… Masih dalam tahap Taaruf, nantilah kalo sudah ada perkembangan. Ini aku udah kudu mandi, udah siang” Hhhhh aku bersyukur diberi kemampuan lebih dalam berkilah dan mencari alasan

Dan berakhirlah dialogku dengan perempuan yang paling kucintai sepanjang hidupku itu.

Rindu itu masih melekat Bunda

Bahkan seorang malaikat pencabut nyawa pun

belum tentu mampu mencabut dia dari hatiku

Tapi engkau tak perlu tahu itu…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.